Category Archives: Mereka Bicara Dahlan

Dahlan Kata Mereka

Nama terus menggaung. Mendapat perhatian masyarakat kala menjadi Kepala , Boss Jawa Pos Group ini terus disorot kiprahnya hingga kini menjabat Menteri . Meski telah berada di puncak, Dahlan tak lalu jumawa hingga enggan memandang ke bawah. Penampilan yang sederhana namun rapi, sikapnya yang bersahaja, pembawaannya yang bersahabat serta ekspresif dalam berkomunikasi, tetap dipertahankan Dahlan meski telah menjadi Menteri. Hal tersebut membuat banyak pihak meneladani Dahlan.

Abdul Aziz, Staff Menteri BUMN yang baru mengikuti Dahlan mengaku kagum dengan sosok alumnus IAIN Sunan Ampel tersebut. “Saya baru tiga bulan bekerja dengan Pak Dahlan, tapi sudah banyak hal yang saya dapat,” ucap Aziz lewat telepon, Jumat (13/1). Aziz yang sedang berada di Madiun mendampingi Dahlan, baru dapat dihubungi pukul 23.20 WIB. “Ini kami baru saja selesai rapat dengan Pak Dahlan,” terang Aziz yang biasa menemani Dahlan jogging. baca lebih lanjut

Macan vs Dahlan dalam Perspektif Saya

Trio Macan saya kagumi. Sedangkan, guru jurnalistik saya. Tapi saat Macan menulis tentang Dahlan, saya kecewa. Bukan karena mereka ‘berantem’. Bukan pula sebab Macan selalu ngumpet di selimut tweeter. Tapi pemaparan Macan tentang Dahlan berkualitas rendah.
———————–

Membaca pembukaan kultwit (KT) Macan tentang Dahlan, saya begitu antusias. Penasaran, ingin tahu. Dahlan adalah pemimpin saya selama 24 tahun karir jurnalistik saya di Jawa Pos. Siapa tahu, ada bagian perilaku Dahlan yang tidak saya ketahui, dan kini diungkap Macan yang saya kagumi.

Lead (kalimat pembuka) Macan agak merendah, dengan kata ‘sekilas’ tentang Dahlan Iskan. Biasanya lead gaya merendah begini menyimpan kejutan di dalamnya. Saya bersemangat membacanya.

Ternyata Macan menyebut bahwa rangkaian KT (total 50 KT) itu baru part 1. Berarti dia bakal mengungkap sangat banyak hal tentang Dahlan. Maka, tensi keingin-tahuan saya tambah naik. Tambah seruuuu….

KT 1 s/d 5 berisi pujian. O… Macan rupanya bergaya Jawa. Dia pakai unggah-ungguh, sopan santun, basa basi. Atau, mungkinkah dia bergaya pegulat Sumo, Jepang? Jika hendak membanting lawan, harus diangkat dulu. Agar bantingan mantap.

KT nomor 6 serangan dimulai. Dia tulis: “Success story DIS di itu bukan tnp cacat”. Ada pemborosan puluhan T (maksud dia, puluhan triliun rupiah) di . Di KT berikutnya dijelaskan, pemborosan itu untuk mengatasi listrik yang suka padam dengan menyewa genset. KT nomor 8 dijelaskan, pemborosan itu kini diperiksa DPR, BPK, Polri, Kejagung, dan KPK.

Sampai disini saya tambah tertarik tulisan Macan. Dia memang berani, sebagaimana KT-2 dia sebelumnya. Hanya dia kurang tepat menggunakan kata “Pemborosan”. Mengatasi pemadaman sewa genset, bukan pemborosan. Seperti halnya rumah saya yang bocor, saya atasi dengan membeli genteng.

Tapi, saya salut Macan menyebut “Puluhan T”. Sebab, data yang saya miliki, untuk mengatasi pemadaman Jabodetabek PLN mengeluarkan Rp 6,8 T, sedangkan untuk Jabar dan Banten Rp 1,5 T. Belum ada data lain, kecuali Macan bisa masuk ke akuntansi PLN yang bukan perusahaan publik (Tbk) dan tentunya tertutup untuk umum.

Saya sedikit kecewa, Macan tidak sekalian mengungkap angka tepatnya. Sebutan “Puluhan T” bisa berarti Rp 11 T s/d Rp 99,99 T. Suatu rentang yang sangat panjang. Apalagi, saya berharap Macan merinci data penggunaannya di tiap provinsi. Ini bakal lebih mantap.

KT no 9 mengejutkan: “Dahlan jadi Men- titipan Chairul Tanjung”. Saya terkejut sekaligus menyayangkan. Sebab, kawan dekat saya orang Demokrat yang mengaku tahu persis proses tsb, sudah cerita ke saya. Prosesnya tidak seperti itu (KT no 9 s/d 11). Macan kurang akurat.

KT no 12 s/d 19 berupa rentetan corporate action Dahlan, termasuk yg kontroversial. Delegasi wewenang Men-BUMN, tunjuk anak muda jadi direksi BUMN, bubarkan Petral, berantas KKN, benahi KAI, dsb. Publik, termasuk saya, sudah tahu semua itu dari berita. Jadi, tak ada yang baru.

Masuk KT no 20: “Kini kita lihat faktanya setelah 8 bln Dahlan jadi menteri, apa hasilnya?”. Konsentrasi baca saya yang mulai kendor, jadi tertarik lagi. Hebat…. Macan mau kalkulasi hitung-2an hasil corporate action Dahlan.

Tapi, sayang tidak ada kronologis faktual lebih lanjut. Malah KT no 21 terperosok ke asumsi Macan: “Publik sekarang mulai meragukan dan kapasitas Dahlan.” Ini opini Macan sendiri.

Waduuuuh…. Macan lupa, bahwa main beginian harus dilengkapi data. Dan, data harus dilengkapi penjelasan kompetensi sumber data. Tujuannya, publik pembaca bisa mengukur tingkat akurasi fakta yang diungkap. Jika tingkat akurasi sudah terukur (berapa pun nilainya), baru bisa terjadi perdebatan.

Pada KT no 22, kekecewaan saya mulai terjawab. Macan mulai mengarah ke asumsi bahwa corporate action Dahlan adalah “Pencitraan”. Rupanya, Macan cuma mau menggiring pembaca bahwa corporate action tsb adalah proses yang dibuat Dahlan untuk pencitraan dirinya. Alamaaaaak…. cuma segitu doank.

KT no 23 s/d 47 berisi penjabaran tentang teori pencitraan terkait tindakan Dahlan. Kebetulan, saya sedang menulis teori komunikasi (berdasar pesanan dan wawancara dengan praktisi) yang, antara lain, membahas hal itu.

Buku tentang pencitraan yang terdaftar di Perpustakaan Nasional kini sudah 47 judul. Jika anda membaca 1 judul saja, sudah tak perlu lagi baca KT Macan tsb. Sebab, KT Macan hanya kulit-2nya pencitraan, tanpa teori, tanpa uji materi. Bahkan disitu tidak ada hubungan kausalitas (sebab-akibat) yang menautkan antara corporate action dengan pencitraan.

Tapi….. KT no 48 keren, nih. Saya kutip aslinya begini: “Sdh sewajarnya juga, akun pencerahaan, antikorupsi dan provokator utk kejujuran seperti TM 2000 ini beri pemahaman kpd publik” Tuh… keren, kan?

Dilanjut KT no 49 saya kutip begini: “Tujuan kami (Macan) adalah agar publik dapat bertindak hati2 dlm menilai, mengambil kesimpulan dan memutuskan sesuatu yg terkait nasib bangsa.” Wuiiiiiih…. tambah keren, sebab menyeret kata-2 angker “Nasib Bangsa”.

KT no 50 (terakhir) sbg penutup sekaligus memberitahu, bahwa bakal ada KT Part 2.

Pembaca, saya sama sekali tidak bermaksud melecehkan Trio Macan. Saya menghargainya sebagai penulis. Dia berniat baik terhadap “Nasib Bangsa”-nya. Cuma, kapasitas berpikir, teknis pemaparan, dan gaya menulis dia yang akhirnya membuat saya kecewa. (Jakarta, 9 Juli 2012)

Sumber:
https://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/permalink/455408564477557/

Doa Dahlan Iskan: Ya Tuhan, Terserahlah…

“Kata Pak Dahlan, orang itu kebanyakan doa seperti ini; Ya Tuhan, berikan saya kesehatan, itu namanya memerintah, makanya Pak Dahlan itu kalau doa; Ya Tuhan, terserahlah karena Tuhan itu Maha Tahu jadi tanpa dikasih tahu, Dia sudah tahu yang terbaik untuk umatnya,”

Jakarta - Bergaya dan bertindak eksentrik memang sudah menjadi ciri khas dari Menteri Badan Usaha Milik Negara () . Tidak hanya itu, lelaki asal Magetan ini pun mempunyai pemikiran yang berbeda dalam hal berdoa.

Penulis Buku “ Dahlan” Khrisna Pabhicara menceritakan bagi seorang Dahlan Iskan, selama ini kebanyakan orang berdoa dengan kesan memerintah. Padahal, Tuhan lebih tahu apa yang dibutuhkan makhluknya. baca lebih lanjut

Empat Pelajaran Berharga dari Profesi Baru Dahlan Iskan sebagai Penjaga Tol

Mengutip kata-kata dari Albert Schweitzer, “Example is leadership”, saya menyadari bahwa hal yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin adalah memberi contoh, tindakan nyata, bukan sekedar wacana. Bapak sudah melakukannya.

Pagi ini saya dikejutkan oleh tindakan Bapak Menteri , Dahlan Iskan. Sekitar pukul 6.10 beliau mendadak menjadi petugas pintu karena terusik dengan antrean yang begitu panjang di di gerbang Semanggi menuju Slipi. Diwaktu yang lalu, Dahlan Iskan sudah berulang kali memberi instruksi agar panjang antrean maksimal adalah lima . Namun yang beliau temui pagi ini adalah sekitar 30-an mengantri di loket yang hanya dibuka dua buah saja. Kontan beliau emosi dan langsung turun membuka dua loket lain yang masih tutup. Sekitar 100 mobil diminta langsung melewati tanpa membayar. Berita lengkapnya ada disini. baca lebih lanjut

Ternyata Dahlan Iskan ‘Dibesarkan’ oleh Kecelakaan Maut

Goenawan Mohamad, mengakui dahsyatnya reportase Dahlan. “Dahlan wartawan hebat,”

Bila perang kerap melahirkan pahlawan, maka musibah juga bisa memunculkan wartawan jempolan .

Entah apa yang mengendap di benak Menteri ketika menyimak berita jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 belum lama ini yang mengakibatkan puluhan orang jadi korban. Mungkin ia tak habis pikir: Mengapa pesawat yang konon sudah dibikin sedemikian canggih tidak bisa menaklukkan dirgantara Indonesia?

Tapi mungkin juga Dahlan Iskan menerawang jauh. Bisa jadi ia teringat suatu masa ketika Tampomas tenggelam dan mengakibatkan ratusan nyawa melawang. baca lebih lanjut

Setrum Manufacturing Hope Dahlan Iskan, Si Cepot dan Tiga Simbol Pesantren

Hari Jum’at malam 8/06/2012 merupakan anugrah tersendiri bagi warga Kota Tasikmalaya. Karena malam itu bertempat di kompleks alun-alun Jl. Otista Kota Tasikmalaya, diselenggarakan pegelaran wayang golek dengan dalang Asep Sunandar Sunarya dari Giriharja III Bandung. Acara itu dihadiri oleh Menteri Negara dan juga puluhan ribu pecinta wayang golek di Tasikmalaya yang tumplek memadati alun-alun kota plus disiarkan langsung melalui Radar Tasikmalaya TV.

Acara ini diselenggarakan oleh Koran Radar Tasikmalaya (group Jawa Post), Koran lokal priangan timur yang berkembang begitu pesat yang merupakan bagian dari group perusahaan media milik Dahlan Iskan.

Ada yang menarik memang dari apa yang dilakukan oleh Pak Dahlan Iskan ini. Dalam kapasitasnya sebagai Meneg BUMN beliau menjalakan tugasnya dengan terlebih dahulu berkunjung ke depo wilayah Priangan Timur, lalu ke beberapa BUMN yang ada di Tasikmalaya salah satunya PT Dahana yang memproduksi bahan peledak. Tapi bukan itu yang menjadi titik tekan tulisan saya ini.

Ada dua langkah cerdas Dahlan Iskan dalam kunjungannya ke Tasikmalaya ini, Pertama dengan menggelar Acara Wayang Golek dan disiarkan live oleh Televisi lokal milik group perusahannya, dan yang kedua berkunjung ke 3 kutub pesantren yang ada di Tasikmalaya yaitu ” Ponpes Cipasung, Ponpes Suryalaya dan Menginap di Ponpes Miftahul Huda Manonjaya.

Pegelaran Wayang Golek dengan Dalang Asep Sunandar Sunarya merupakan sentuhan strum Budaya Sunda yang pasti menyedot antusiasme para pecinta wayang di tatar Sunda. Simbol Si Cepot yang dimunculkan dalam dialog dengan Dahlan Iskan yang mengupas seputar gagasan nya Dahlan Iskan sungguh mengena. Suasana santai dan  Gelak tawa yang muncul dari kelucuan sosok Si Cepot adalah jaminan, plus berpadu dengan percikan gagasan Dahlan Iskan yang mencerahkan.

Bagaimana Panitia mendesign Sang Dalang melalui tokoh wayang si Cepot memancing pembicaraan dengan berbagai pertanyaan yang menjadi pesan utama dari Dahlan Iskan. Dialog diawali dengan ucapan Si Cepot yang menyampaikan terima kasih pada Dahlan Iskan yang mau menyempatkan diri bertatap muka dengan masyarakat Tasikmalaya ”Masih muda Bapak, cakep lagi, ” ungkap si Cepot dengan gayanya yang khas, dan disambut dengan gelak tawa dari Dahlan Iskan.

Lalu si Cepot meneruskan dialognya dengan sebuah pertanyaan ” Apa kontribusi Bapak terhadap masyarakat?”. Dan dijawab oleh Dahlan Iskan dengan panjang lebar. Bahwa dirinya kini sedang menggarap persoalan pangan. , jelas Dahlan tengah giat-giatnya membeli dari hasil panen para petani Indonesia. Hasilnya, sudah terkumpul sebanyak dua juta ton untuk masyarakat. Jika tahun lalu pemerintah mengimport sebanyak 1,7 juta ton, sekarang diharapkan tidak lagi.

Lalu si Cepot bertanya tentang manufacturing hope ” Ada yang ingin tahu mengenai manufacturing hope. Itu apa maksud dan tujuan manufacturing hope itu ?” tanya Cepot dengan gelak tawa para penonton. Lalu Dahlan Iskan menjelaskan dengan memberikan gambaran seputar kemiskinan. Menurut Dahlan, mulai tahun ini hingga 10 tahun yang akan datang, ada 10 problem yang harus dipecahkan ” Satu problem kemiskinan, kedua problem kemiskinan, ketiga problem kemiskinan, kempat problem kemiskinan. Itu sampai kedelapan problem kemiskinan” Kata dahlan

Menurut Dahlan, bahwa mulai tahun ini hingga 10 tahun kedepan semua elemen harus bergerak untuk mengentaskan persoalan kemiskinan. Dan untuk mengentaskan kemiskinan itu harus diberi harapan ” Kalau dalam bahasa Inggris (harapan itu) Hope. Bukan Heup (berhenti) bukan” ujarnya. Ditambahkan Dahlan, kalau harapan itu tidak diberikan kepada orang miskin, maka orang miskin itu frustrasi, putus asa dan tidak memiliki kepercayaan diri. Jadi masyarakat harus diberi harapan bahwa Indonesia ini sudah maju, sudah luar biasa.

Dahlan juga menjelaskan latar belakang kehidupan dirinya yang semasa kecil hidup dalam kubangan kemiskinan, dia menjelaskan latar belakang keluarganya yang adalah seorang tani dan tukang kayu. Bahkan hingga kelas 2 SMA dirinya tidak memiliki . Namun demikian, menurut Dahlan bahwa miskin dulu dengan miskin sekarang itu berbeda. Walaupun keadaannya dulu miskin, tapi dia tidak pernah merasa menderita, karena hampir semua masyarakat miskin. Tapi saat ini kemiskinan saat ini berurusan dengan faktor keadilan. Sehingga semua pihak harus bersama-sama memecahkan persoalan kemiskinan ini.

Secara gaya komunikasi dan apa yang dikomunikasikan, Dahlan Iskan benar-benar menyihir masyarakat Kota Tasikmalaya dan sekitarnya, dan itu disiarkan langsung melalui saluran televisi radar Tasikmalaya, sehingga otomatis jangkauannya meliputi wilayah-wilayah lain sekitar Tasikmalaya, bahkan Jawa Tengah. Sehingga percikan konsep manufacturing hope Dahlan Iskan ini menyebar secara effektif.

Lalu berkaitan dengan kunjungannya ke beberapa simpul pondok pesantren yang ada. Dahlan Iskan memahami betul bahwa, di darah Tasikmalaya itu ada beberapa simpul utama ketokohan ulama dan jaringan alumni serta kekhasan pesantrennya. Pesantren Cipasung merupakan pesantren dengan kekhasan pola Tradisional dan sekaligus juga sekolah formal yang lengkap hingga perguruan tingginya. Kelekatan ideologi juang dan ajarannya berada pada jalur ormas Islam Nahdlatul Ulama.

Lalu Pesantren Suryalaya merpakan pesantren yang khas dari sisi ajaran Tharikat Naqsabandiyah dengan pengikut dimana-mana. Nasional maupun internasional. Pesantren ini banyak membantu para korban Narkoba dan juga pemulihan spiritualnya.

Dan terakhir Pondok pesantren Miftahul Huda Manonjaya, merupakan pesantren tradisional dengan alumni yang juga tersebar ke seantero Nusantara. Dimanapun ponpes yang menggunakan nama Miftahul Huda atau ada kata Miftah atau dibelakangnya ada Huda, biasanya ada hubungan kealumnian dengan Pesantren Miftahul Huda Manonjaya ini. Dengan organisasi alumni bernama HAMIDA dan HAWAMIDA nya. Pesantren ini memiliki kekuatan jaringan tersentral dari pimpinan umum atau pusatnya. Sehingga dalam beberapa event memiliki effektifitas yang diperhitungkan. Salah satunya dalam Pilkada Kabupaten Tasikmalaya kemarin yang dimenangkan oleh H UU Ruzhanul Ulum yang merupakan Cucu Alm KH Choer Affandy pendiri ponpes ini.

Kunjungan Dahlan Iskan ke Tasikmalaya dengan rangkain kegiatannya seperti itu memang menunjukan keseriusan DI dalam menyebarkan virus Manufacturing Hope nya, apakah itu ada kaitannya dengan target politik lebih jauhnya Dahlan dalam pencalonan dirinya dalam Pilpers nanti, entahlah. Hanya saja, saya menangkap, langkah-langkah Dahlan ini begitu terukur, cerdas, dan tersosialisasi dengan baik. Karena dia selalu memanfaatkan ketersediaan berbagai perangkat group media yang ada di genggaman tangannya.

Yang jelas, untuk urusan Manufacturing Hope nya ini, saya sangat terkesan. Seterkesannya saya dalam hal kesederhanaan dan kesungguhan beliau dalam melakukan perubahan budaya dan karakter pengelolaan tata kelola pemerintahan….

Kiat Menulis Enak ala Dahlan Iskan

LAMBERTUS HUREK, 21 January 2007

Di GRAHA PENA , markas Grup JAWA POS, lebih akrab disapa Pak Bos. Pria kelahiran Magetan 17 Agustus 1951 ini memang bos Grup JAWA POS. Di masthead koran-koran di lingkungan Grup JAWA POS, jabatan resmi Dahlan Iskan adalah chairman. Memang, selain membesarkan JAWA POS (dan grupnya) dialah ‘roh’ Grup JAWA POS. baca lebih lanjut

Dahlan Mengurangi Campur Tangan Pemerintah

LATIHONO SUJANTYO, 28 Mei 2012

BRUCE Gale, penulis senior koran berpengaruh di Singapura, The Straits Times (TST), suatu hari pernah menulis begini tentang Menteri , . Bila Indonesia ingin menjadi lebih baik, sosok Dahlan menawarkan harapan.

Brucedalam tulisannya di TST, menyoroti reformasi besar-besaran di PT saat Dahlan menjabat sebagai direktur utama di perusahaan pelat merah tersebut. “Di situ Dahlan menunjukkan kemampuan manajerialnya,” kata Bruce. baca lebih lanjut

"Sepatu Dahlan", sebuah potret tentang perjuangan

“Hidup, bagi orang miskin, harus dijalani apa adanya.”

Kalimat itu ditulis oleh sebagai pengantar sebuah novel yang diklaim oleh penulisnya Khrisna Pabihara sebagai diinspirasi oleh kisah hidup sang menteri.

baca lebih lanjut

Karim Raslan : Dahlan Iskan

KARIM RASLAN, 3 Mei 2012

Pertama kali saya bertemu sekitar tujuh tahun lalu, waktudia masih menjadi pentolan raksasa media Jawa Pos Group. Dahlan yang waktu itu memakai kets membawa saya berkeliling melihat pabrik percetakannya di Gresik, lalu ke markas Jawa Pos di Graha Pena, dan saya merasa sedang berjalan berdampingan dengan Steve Jobs versi Indonesia, atau Richard Branson si pemilik Virgin Atlantic – seorang pemimpin bisnis yang sepenuhnya menghayati (kalau tidak mau dibilang terobsesi) dunianya dan pekerjaannya.

baca lebih lanjut

Dahlan Iskan Ada di KKF 2012… Seperti Apa Sih Beliau?

“Wah… baru kali ini saya lihat ada Menteri yang kayak gini” kata Arie Daging MC Kompas Karier Fair 2012

“Saya mau ke KKF ketemu . Mau ikut Nov?” begitu ajakan kang Pepih saat itu. Seketika mendengar ada si Bapak satu yang namanya sedang jadi trending topic, saya langsung saja mengiyakan. Ingin tahu juga sih bagaimana beliau dari dekat.

Dari Gedung BI, acara Intip Buku yang digagas Om Jay, saya langsung meluncur ke Balai Kartini dimana diadakan Kompas Karier Fair (KKF). Beriringan saya menguntit kang Pepih.
Pas sampai di Balai Kartini, saya menyaksikan animo pengunjung sangat banyak. Antrian mengular untuk mengisi form tertentu. Saya kira waktu itu antri apa? Rupanya mereka adalah para Job Seeker yang mencoba memanfaatkan kesempatan di Kompas Karier Fair ini. Dari Panitia, saya dapat info bahwa untuk bisa masuk , pengunjung membeli semacam tiket masukseharga Rp. 15.000,- jika dibeli saat itu, tapi jika dibeli sebelumnya di Gramedia bisa hanya dengan harga Rp. 10.000,-. Tidak mahal juga untuk mendapatkan peluang karir yang mungkin bisa memberikan hasil yang lebih bagus. Pantas saja pengunjungnya berjubel.

Sekitar jam 12 an pak Menteri pun hadir. Kedatangan beliau tidak nampak terlalu protokoler. Duduk di mobilnya, di sisi pengemudi –tidak seperti layaknya seorang yang biasanya duduk di bangku tengah dengan ajudan yang duduk di samping pengemudi – beliau langsung turun dan bergegas menuju pintu masuk KKF. Tanpa basa-basi atau pakai acara sambut-menyambut oleh panitia, beliau langsung menanyakan dimana dia harus tampil di sesie Talk Show ini. Sambil sedikit berlari menembus kepadatan pengunjung yang berada di ruangan KKF, saya menguntit beliau menuju ke panggung. Wah..pak Dahlan ini kok mlayu ae toh…. Beberapa pengunjung yang barungeh bahwa ada seorang menteri berada di tengah mereka, hanya bisa terkaget-kaget dan bergumam.

Langsung ke atas panggung, beliau langsung memulai sesie Talk Show. Pengunjung pun mulai memadati area panggung. Obrolan semakin seru karena Dahlan Iskan tidak berlagak sebagai seorang Pejabat, tapi lebih seperti Bapak atau Teman. Suasana begitu cair dan hidup. Tidak ada jarak yang membuat kita harus merasa terbatasi bahwa beliau adalah pejabat tinggi negara. Ada sebuah momen yang menarik pada saat beliau mengundang beberapa pengunjung untuk ke atas panggung. Ketika seorang yang diundang naik ke panggung tersebut merasa kurang sopan untuk membawa tas dan sweater-nya dia lalu meninggalkan di lantai di depan panggung, beliau menyuruhnya untuk membawa barang-barang nya tersebut, namun tetap saja dia meninggalkan di lantai. Apa yang terjadi? Pak Dahlan Iskan spontan turun dari panggung dan mengambil tas dansweater tersebut lalu memberikan tas kepada orang yang diundangnya itu sementarasweater-nya malah dikalungkan di pundak beliau sendiri.
Sontak Ari Daging , si MC di Talk Show, geleng-geleng dan berkata “Wah… baru kali ini saya lihat ada Menteri yang kayak gini.” Pengunjung pun makin riuh atas aksi beliau ini. Bukan hal yang dibuat-buat, dan menurut saya, akan kelihatan kaku kalau memang bukan merupakan karakter beliau. Mau dibilang tindakannya lebay atau apa, saya melihat bahwa beliau adalah sosok yang njejak bumi. Kesederhanaan beliau memang patut diacungi jempol.

Kompas.com memberitakan bagaimana Dahlan Iskan mengisi acara Talk Show ini tak ubahnya seorang konsultan karier di sini. Beliau memberikan saran dan semangat kepada para pengunjung tentang bagaimana memulai karier, bagaimana memulai berbisnis.

Kepada salah seorang pengunjung yang diundang ke atas panggung, tak tanggung-tanggung , Dahlan Iskan malah sampai berlutut dan memohon agar dia segera merealisasikan keinginannya untuk membuka bisnis nasi uduk. Aksi berlutut dan beggingdari Dahlan Iskan ini membuat suasana makin riuh dan semarak. Kocak juga nih bapak Menteri kita ini…. Bisa jadi hal tersebut ditujukan agar keinginan seseorang untuk berwirausaha akan menjadi semakin kuat. Bagaimana tidak… apa pernah ada terlintas dalam benak kita ada seorang Menteri berlutut di hadapan kita lalu memohon begitu. Waow… salut deh pak…..

Saran-saran praktis dari seorang Dahlan Iskan agar kita mempunyai keberanian untuk berbisnis… memiliki usaha sendiri… menciptakan lapangan kerja sendiri….. pada Talk Show ini menarik sekali disampaikannya. Beliau mengibaratkan memulai bisnis itu seperti orang belajar naik sepeda. Contohnya begini :

Apa orang kalau setelah selesai kuliah bisnis, langsung besoknya mulai bisnis? Apa untuk berbisnis, orang harus kursus dulu? Apa seseorang yang ingin berbisnis harus sekolah dulu baru memulai usahanya?

Tidak kan…. Bisnis itu langsung dirasakan dan dijalankan…. persis seperti anak belajar naik sepeda.

Tidak ada kan sekolah untuk belajar naik sepeda… tidak ada buku tentang bagaimana belajar naik sepeda… tidak ada kursus naik sepeda…

Seorang anak jika ingin belajar naik sepeda, pasti awalnya pegang sepeda tersebut. Kemudian dituntun, lalu coba-coba dinaikin… jatuh.. bangkit…. coba lagi.. jatuh… bangun… begitu seterusnya sampai akhirnya dia mahir naik sepeda…

Nah… seperti itulah ibaratnya jika seseorang ingin memulai bisnisnya.

Sebuah contoh yang simple dan gampang dicerna, memberikan motivasi agar kita berani membuka bisnis sendiri.

Satu lagi yang dipertegas oleh Dahlan Iskan adalah “Kegagalan itu merupakan Pelajaran yang paling Berharga dan Mahal”. Seseorang akan menjadi lebih bangkit dan sukses jika sudah pernah merasakan kegagalan. Tidak ada orang yang ingin gagal untuk kedua-kalinya, maka dari itu pasti dia akan belajar dari kegagalan sebelumnya.

Oya, ada cerita yang tertinggal nih dari Dahlan Iskan di awal Talk Show…. ketika ada seorang gadis yang bertanya kenapa sampai sekarang dia belum mendapatkan pekerjaan di bidang marketing sesuai dengan minatnya. Dengan latar belakang nya dari Sastra Inggris, gadis tersebut merasa kok malah susah kalaumelamar pekerjaan di bidang marketing. Menjawab pertanyaan tersebut, Dahlan Iskan balik bertanya “Jangan-jangan anda terlalu bangga dengan Sastra Inggris-nya itu… sehingga minat di Marketing nya malah tidak terlihat. Coba anda melamar dengan ijazah SMA saja… “. Beliau bahkan menantang gadis tersebut untuk memasarkan buku-buku karangan beliau ,”Kalau buku saya sampai dicetak ulang 10 kali, berarti anda akan cukup sukses dan orang pasti melirik kemampuan anda.”

Intinya dari situ adalah jika seseorang melamar dengan kualifikasi yang terlalu tinggi untuk sebuah pekerjaan yang diminati, tentunya akan tersingkir. Untuk itu tidak ada salahnya menurunkan kualifikasi sesuai dengan yang disyaratkan saat melamar pekerjaan yang diincar. Dan lagi-lagi beliau lebih menyarankan untuk kita semua memilih menciptakan pekerjaan sendiri. Jiwa entrepreneurship nya yang harus muncul.

Begitulah sekilas tentang Dahlan Iskan di acara Kompas Karier Fair 2012. Ada banyak hal menarik saat beliau berbagi kisah dan saran di Talk Show tersebut. Saya bersyukur mendapat kesempatan untuk menyaksikan acara beliau secara langsung. Sosok yang betul-betul menarik dan mampu mengambil simpati rakyat – ini menurut saya. Mudah-mudahan aksi dan sepak terjang seorang Dahlan Iskan memang apa adanya. Semoga semangat sukses beliau mampu mengajak kita semua juga bisa meraih kesuksesan. Amiin YRA

Sumber:
http://sosok.kompasiana.com/2012/04/30/dahlan-iskan-ada-di-kkf-2012-seperti-apa-sih-beliau/

Apa Kata Rhenald Kasali Tentang Dahlan Iskan

IWAN PURWANTONO, 23 April 2012

“KITA perlu pemimpin seperti Pak Dahlan. Saya tidak melihat adanya ketakutan dalam dirinya,” ujar pakar manajemen, Rheinald Kasali kepada Iwan Purwantono dari InilahREVIEW, Rabu pekan lalu.

Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia (UI) ini, menilai gebrakan Menteri , murni untuk membenahi BUMN. Tak sedikitpun benuansa politis, apalagi pencitraan. Berikut petikan wawancara dengan Rhenald Kasali.

Publik dikejutkan dengan sejumlah langkah Menteri BUMN Dahlan Iskan. Apa komentar Anda?

Menang banyak style dalam mengelola suatu perusahaan, bisnis atau menjadi pimpinan lembaga. Tapi, kalau Pak Dahlan, saya percayalah, sepak terjangnya selama menjadi Menteri BUMN, cukup efektif. baca lebih lanjut